BUSINESS
INTELEGENCE
·
Pengertian
Business Intelligence
Business intelligence Menurut Nadia Branon[1], Business
Intelligence merupakan kategori yang umum digunakan untuk aplikasi dan
teknologi untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisa, dan menyediakan akses
pada data agar dapat membantu pengguna dari kalangan perusahaan agar dapat
mengambil keputusan dengan lebih baik dan tepat. Pada umumnya solusi yang
disediakan oleh BI berupa sumber-sumber data dimana data yang sifatnya
transaksional dikumpulkan, data warehouses/data marts, reporting dan alat
visualisasi, seperti analisis prediksi dan modelling.
·
Mengapa BI?
Mengapa dan kapan suatu perusahaan mempertimbangkan BI?
Apakah ada indikator yang mengatakan bahwa mereka membutuhkan BI?
BI merupakan sistem dasar bagi hampir seluruh kondisi
yang melibatkan pembuatan keputusan bisnis dan formulasi strategi. Secara lebih
mendetail, BI memungkinkan perusahaan lebih percaya diri dalam menghadapi
berbagai tantangan, yaitu: pertama, tantangan bisnis tanpa henti, yakni penurunan
keuntungan, merosotnya pangsa pasar, ancaman pencaplokan bisnis oleh pesaing,
atau lainnya. Memang BI tak secara langsung menyelesaikan tantangan tersebut.
Namun, BI andal dalam mengidentifikasi suatu solusi dan langkah maju. Caranya
dengan menyediakan informasi yang relevan dan mudah digabungkan dengan
pengambilan keputusan dan proses formulasi strategi. Hal inilah yang tidak
mampu dilakukan oleh sistem komputer lainnya.
Kedua, fakta bahwa bisnis terus berubah. Di sinilah BI
mengambil peran agar bisnis luwes beradaptasi terhadap segala perubahan. Dengan
BI, pengumpulan informasi dari beragam sumber lebih terjamin sebagai antisipasi
perubahan, baik di dalam maupun luar perusahaan.
·
Apa saja Manfaat
BI?
ü
Keuntungan
Bagi perusahaan yang telah mengimplementasikan BI, mereka
akan mampu menuai keuntungan keuangan dari implementasi tersebut. Dengan
struktur implementasi BI yang baik, perusahaan akan cerdas mengadaptasikan
tingkat layanan yang ditawarkan demi menjawab kebutuhan pelanggan.
ü
Pangsa pasar
Salah satu cara efektif menggenjot keuntungan dan
stabilitas pasar adalah dengan melebarkan pangsa pasar perusahaan. Di tengah
persaingan bisnis yang makin mengganas, monopoli merupakan hal yang beranjak
usang karena pebisnis baru terus bermunculan. Mereka selalu berusaha
menggerogoti pangsa pasar perusahaan yang telah mapan. Salah satu strategi
mereka adalah memangkas harga sebagai strategi mengimingimingi pelanggan suatu
perusahan agar beralih ke produk mereka.
Jika hal itu terjadi, bagaimana cara perusahaan lain
mengantisipasi? Perusahaan dengan keuangan yang lebih stabil tentu akan mampu
bertahan, sisanya bisa jadi akan terlibas persaingan. Perusahaan yang
mengimplementasikan BI, peluangnya akan lebih besar untuk tetap survive jika
mereka mampu bereaksi dengan cepat dan dengan keputusan yang lebih baik
mempertahankan pangsa pasar.
ü
Pengambilan keputusan
Keputusan yang Anda buat harus keputusan yang terbaik
dari pilihan yang ada. Kita ambil contoh, Anda mengendarai mobil menuju kantor
sembari mendengarkan siaran radio perkembangan lalu lintas. Sang penyiar
menuturkan bahwa jalan tempat biasa Anda berbelok macet karena terdapat
kecelakaan beruntun. Anda disarankan berbelok di perempatan berikutnya. Anda
memperkirakan, jika tetap nekat melewati jalan tersebut, mungkin Anda akan
terjebak kemacetan sekitar 25 menit. Sementara itu, pilihan yang disarankan
penyiar radio, walau belokannya lebih jauh, tetapi hanya butuh tambahan waktu
15 menit. Berbekal informasi tersebut, keputusan Anda adalah berbelok di
perempatan berikutnya dengan pertimbangan, di jalan tempat biasa Anda berbelok,
kemacetannya tidak dapat Anda pastikan.
Prinsip ini tidak berbeda jauh dengan apa yang dilakukan
BI. Yakni mengambil keputusan terbaik berdasarkan informasi yang dimiliki.
·
Karakteristik BI
Sistem BI yang efektif, setidaknya memiliki empat
karakteristik, yakni:
1 Tujuan utama
Seluruh sistem komputer memiliki tujuan utama bagi
seluruh pengguna sesuai dengan kebutuhan masingmasing pengguna. Kita ambil
contoh perbandingan dengan sistem accounting. Sistem ini memiliki satu tujuan
utama, yakni menyajikan laporan keuntungan dan kerugian serta neraca
keseimbangan. Sementara itu tujuan utama BI adalah menyuguhkan beragam
informasi yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pengguna yang jelas berbeda.
Semisal, direktur keuangan memiliki kebutuhan informasi yang berbeda dengan
marketing atau operasional. Namun semuanya memiliki satu tujuan yang seragam,
yakni menggapai tujuan bisnis dari perusahaan.
2 Ketersediaan data yang relevan
Poin inilah yang mungkin menjadi hal terpenting dalam
sistem BI yang efektif. Sebagai contoh, divisi penjualan terkadang menunda
pengiriman barang yang telah dipesan oleh pelanggan karena suatu alasan.
Sementara itu, divisi lain baru mengetahui ada masalah penundaan pengiriman
barang, lama setelah hal itu terjadi. Tentu saja divisi lain tidak perlu tahu
seluruh detail dari penundaan pengiriman barang tersebut. Namun, divisi lain
harus tahu informasi tersebut sesuai dengan kebutuhan mereka sebagai dasar
pembuatan keputusan atas masalah tersebut. Dalam situasi seperti ini, pembuat
keputusan kerap hanya berbekal informasi yang tidak lengkap atau bahkan yang
tidak sebenarnya. Namun dengan dukungan BI, ketersediaan data yang relevan akan
mampu disuguhkan.
3 Kemampuan utama BI di antaranya:
·
Pertama, memberi kemudahan akses informasi terbaru dari bisnis
yang berjalan dan peluang yang diproyeksikan. Sejak 40 tahun silam, komputer
telah menjadi urat nadi para pebisnis. Sayangnya, beberapa pebisnis tidak dapat
mengakses informasi yang mereka butuhkan untuk memahami kondisi bisnis mereka
yang sebenarnya. Kebanyakan sistem komputer hanya menyajikan informasi performa
bisnis secara dangkal dan melupakan pemahaman informasi yang lebih dalam.
Di sisi lain, sistem BI yang efektif dirancang untuk
mengumpulkan informasi yang relevan dan dibutuhkan terkait status bisnis yang
berjalan. Informasi tersebut dimanfaatkan untuk menghasilkan proyeksi bisnis
untuk diproses. Pemahaman yang lebih mendalam dari informasi itulah yang
menjadi dasar pengambilan keputusan. Fungsionalitas merupakan kunci dari
karakteristik sistem BI yang meliputi beragam informasi yang tidak hanya
terbatas di bidang keuangan, tetapi juga meliputi kapasitas produksi, kualitas
produk, hubungan dengan pelanggan, sudut pandang pasar, serta lainnya yang
relevan dengan pemahaman yang lebih mendalam untuk memandu arah pada keuntungan
bisnis.
ü
Kedua, kapabilitas untuk melakukan analisis dan memenuhi
permintaan pengguna. Aktivitas bisnis dan fungsi yang berbeda membutuhkan
pengetahuan dan informasi yang dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Sebagai
contoh, ketika direktur keuangan dan SDM berdebat soal laporan keuangan yang
menunjukkan penurunan keuntungan perusahaan dan melesetnya proyeksi bisnis.
Respon spontan mereka mungkin berbeda. Direktur keuangan akan menelusuri area
bisnis mana yang performanya rendah dan akan memotong biaya terkait. Sementara
itu, direktur SDM akan mencari tahu alasan di balik lebih rendahnya performa
karyawan dari standar yang diterapkan. Apakah disebabkan menurunnya semangat
kerja, training yang amburadul, persaingan antarkaryawan yang tak sehat atau
alasan lainnya.
·
4 komponen utama Bisnios Intelegence :
ü
Data warehouse adalah kumpulan dari
komponen perangkat keras dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk
mendapatkan analisa yang lebih baik dari data yang berjumlah sangat besar
sehingga dapat membuat keputusan yang baik. manfaat atau kegunaan dari data
warehouse ialah: memahami trend bisnis dan membuat perkiraan keputusan yang lebih
baik dan menganalisa informasi mengenai penjualan harian dan membuat keputusan
yang cepat dalam mempengaruhi performance perusahaan.
ü business analytics adalah
suatu aplikasi yang menyediakan proses pengambilan keputusan dengan akses
berbasis waktu dari berbagai sumber data. Pengguna dapat menggunakan Business
intelligence untuk mengakses suatu dimensional data warehouse yang interaktif
dengan memanfaatkan OLAP untuk proses slice dan dice, drilling up serta
drilling down
ü user interface
(dashboard) adalah satu kategori dari aplikasi
business intelligence yang secara real time akan memonitoring berbagai
informasi yang dibutuhkan oleh suatu organisasi
atau perusahaan dengan berbagai macam format seperti graphical gadgets,
typically
ü business performance management
(BPM)
adalah berfungsi menyediakan tool tool yang mereka butuhkan untuk
pengelolaan aplikasi mereka.
·
kegunaan Data Warehouse bagi business intelligence?
Manfaat atau kegunaan dari
data warehouse ialah: memahami trend bisnis dan membuat perkiraan keputusan
yang lebih baik dan menganalisa informasi mengenai penjualan harian dan membuat
keputusan yang cepat dalam mempengaruhi performance perusahaan.
·
Tahapan-tahapan utama
pengumpulan data pada Data Warehouse.
Dalam pengumpulan data
terdapat 4 tahapan yang harus dilakukan yang diantaranya:
1.
Integrasi data
Integrasi
data adalah penggabungan datadari berbagai sumber penyimpanan datauntuk menjadi
satu kesatuan data yang koheren.
2.
Reduksi data
Teknik
reduksi data diterapkan untuk memperoleh representasi tereduksi dari sejumlah
data yang berimplikasi pada volume yang jauh lebih kecil.
3.
Pembersihan Data
Proses
ini merupakan tahapan pembersihan data, yaitu mengisi data yang hilang,
mengatasi data yang kotor dan rusak, mengidentifikasi atau membuang data pencilan,
memperbaiki data yang tidak konsisten.
4.
Transformasi data
Transformasi
data yaitu prosespengubahan data menjadi bentuk yang tepat.Proses ini dilakukan
agar kondisi data tetapkonsisten dan dapat digunakan untuk proses.
·
Hubungan antara OLAP
dan OLTP?
Online
Transaction Processing Systems atau OLTP merupakan Sistem yang memproses suatu
transaksi secara langsung (insert,update,delete) melalui komputer yang
terhubung dalam jaringan. Sedangkan OLAP (Online Analytical Processing Systems)
adalah Sistem yang dibuat untuk membantu dalam perencanaan, memecahkan masalah
dan mendukung keputusan dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa
keduanya merupakan sistem yang menggunakan suatu basis data.
·
Kaitan antara Data
Warehouse, Data Mining dan Data Mart?
Data
mining memerlukan data yang banyak untuk di analisa dan mendapatkan pattern2
tertentu, kemudian data dari data warehouse yang menyimpan banyak data.
kemudian data warehouse menggunakan OLAP agar lebih cepat pemrosesannya.
Data warehouse merupakan
suatu sistem yang mengkonsolidasikan data secara periodik dari sistem-sistem
yang ada (OLTP) ke dalam suatu penyimpanan dimensional. Pada umumnya, data
warehouse menyimpan data histori beberapa tahun dan diquery untuk keperluan
business intelligence atau aktifitas analisis lainnya. Data warehouse
diremajakan secara batch, tidak serta-merta setiap terjadinya transaksi pada
sistem-sistem sumber tersebut.
Data warehouse sebagai sumber
data pada data mining dan OLAP, bukanlah data mentah, data tersebut telah
melalui preprocessing (akan diterangkan lebih lanjut di seri selanjutnya),
yaitu cleaning, integrasi, dan konversi. Proses ini lebih dikenal dengan
Extract – Transform – Load (ETL). Extract mengambil data dari bermacam-macam
jenis dan sumber data, transform membuat perubahan yang meningkatkan kualitas
data, load memasukkan data yang sudah diubah (transform) ke data warehouse.
sedangkan data mart ialah suatu bagian pada data warehouse yang mendukung
pembuatan laporan dan analisa data pada suatu unit, bagian atau operasi pada
suatu perusahaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar